Plafon Masjid – Keputusan Sebelum Plafon Ditutup

plafon masjid

Plafon masjid kerap dikira urusan kontraktor yang baru dipikirkan setelah atap rampung. Dalam praktiknya, banyak hal tentang plafon sudah harus diputuskan pengurus sebelum selembar pun terpasang, karena yang tertutup tidak mudah dibuka lagi.

Plafon dikerjakan kontraktor, sementara bidang kami di Wahid Art adalah lampu berbahan tembaga dan kuningan. Bagian ini hanya membahas keputusan untuk rapat pengurus, bukan teknik memasang plafon.

Kami mulai dari sudut pandang jemaah di bawah, lalu naik ke ruang di atas plafon yang tidak pernah mereka lihat. Sesudah itu, barulah masuk ke daftar keputusan, urutan pengerjaannya, dan pertanyaan untuk kontraktor.

Baca juga: Desain Interior Masjid – Urutan Menata dari Atas ke Bawah

Melihat Desain Plafon Masjid dari Bawah maupun Atas

Dari bawah, jemaah memandang plafon sebagai latar bagi lampu dan kubah. Yang mereka perhatikan antara lain kerataan permukaan, sambungan yang menonjol, serta susunan titik lampu yang teratur atau acak.

Dari atas, keadaannya sama sekali lain. Di balik plafon ada rangka, kabel, dan mungkin saluran lain yang tidak pernah terlihat jemaah, padahal semuanya menentukan apa yang bisa dipasang di bawahnya.

Karena itu desain plafon masjid perlu dinilai dari dua tempat. Dari saf tengah dan saf belakang, lihat bagaimana tampilannya. Setelah itu, minta kontraktor menemani Anda ke area atap untuk memeriksa bagian yang tidak terlihat dari bawah.

Siapkan ponsel dan dokumentasikan keadaan di atas plafon lama atau rangka yang masih terbuka. Foto tersebut memungkinkan pengurus yang tidak ikut naik untuk ikut menilai kondisinya, sehingga tidak hanya mengandalkan keterangan satu orang.

Gambar inspirasi hanya memperlihatkan hasil akhir. Catatan dari dua tempat tadi memperlihatkan keadaan bangunan masjid Anda yang sebenarnya, dan keadaan itulah yang menentukan pilihan plafon, bukan selera semata.

Keputusan yang Dibuat Sebelum Plafon Ditutup

Tiga keputusan berikut paling sulit diubah setelah plafon masjid tertutup, jadi sebaiknya diselesaikan lebih awal. Untuk urusan teknis, jawabannya ada pada kontraktor dan ahli struktur yang memeriksa langsung bangunan Anda.

1. Bentuk Plafon yang Akan Dipakai

Pengurus masjid membandingkan gambar bentuk plafon

Tanyakan dulu apakah plafonnya dibuat rata, bertingkat, atau melengkung mengikuti kubah. Tiap bentuk mengubah banyak hal lain, misalnya jumlah lapisan di atasnya dan bagian mana yang nantinya sulit dijangkau.

Cetak atau gambar tampak samping ruang salat, lalu garis plafon pilihan Anda dengan pensil berwarna berbeda. Tiga warna untuk tiga bentuk membuat perbedaannya langsung terlihat ketika dibahas dalam rapat.

Tunjukkan gambar itu kepada beberapa jemaah tetap. Tanyakan bentuk mana yang paling nyaman dipandang saat mereka duduk menunggu iqamah, lalu catat alasannya, bukan sekadar nama bentuk yang mereka sebut.

Bila Anda condong ke plafon berkubah, bicarakan juga hubungan plafon dengan kubah di atasnya. Plafon yang mengikuti lengkung kubah dan plafon yang memotongnya menghasilkan ruang atas yang sangat berbeda.

Baca juga: Bentuk Kubah Masjid – Cara Pengurus Memilihnya

2. Titik Gantung dan Penguat di Atas Plafon

Rangka di atas plafon masjid dengan titik gantung ditandai

Titik gantungan lampu wajib disiapkan sebelum plafon tertutup. Beri tanda pada denah, kemudian tanyakan kepada kontraktor apakah rangka di lokasi tersebut butuh penguatan.

Soal kuat atau tidaknya titik itu menahan lampu bukan keputusan pengurus. Mintalah ahli struktur memeriksa rangka atap secara langsung, dan minta penjelasannya ditulis, bukan hanya disampaikan lewat telepon.

Letak titik juga disesuaikan dengan jenis lampu yang dibayangkan. Satu lampu besar di tengah cukup dengan satu titik, sedangkan beberapa lampu yang lebih kecil membutuhkan beberapa titik yang tersebar dan sejajar.

Ukur jarak titik itu dari dinding dan dari tepi plafon, lalu tulis angkanya di gambar. Angka aman tidak kami cantumkan di sini, sebab setiap lampu dan bangunan memiliki ketentuannya sendiri.

3. Jalur Listrik dan Akses Perawatan

Lubang akses perawatan lampu di plafon masjid

Untuk menyambungkan lampu, kabelnya melewati ruang di atas plafon. Tanyakan ke kontraktor kabelnya akan melewati mana, lalu minta jalurnya digambar di denah sebelum plafon ditutup.

Tanyakan pula bagaimana petugas nanti mencapai lampu. Perlukah ada lubang akses di plafon, atau cukup tangga dari bawah? Jawabannya memengaruhi tampilan plafon, karena lubang akses bakal kelihatan dari saf.

Kumpulkan foto titik akses dan gambar plafon di satu map yang nanti dipegang pengurus periode selanjutnya. Orang yang paham jalur kabel mungkin sudah tidak ada ketika lampu perlu diperiksa.

Pertanyaan tentang pemasangan lampu pesanan Anda lebih tepat dibicarakan langsung dengan kami. Bawalah gambar plafon yang sudah ditandai, supaya percakapan dimulai dari kondisi bangunan Anda, bukan dari dugaan.

Baca juga: Lampu Masjid Dua Lantai – Cara Menimbang Posisi Gantung

Plafon dan Lampu, Mana yang Diputuskan Lebih Dulu?

Pengurus kerap bertanya mana yang ditentukan lebih dulu, plafon atau lampu. Jawaban singkatnya, bentuk plafon dan letak titik gantung dibicarakan dalam satu pertemuan, karena keduanya saling menentukan.

Cobalah satu latihan. Cetak foto plafon dari saf tengah, lalu gambar siluet lampu di atasnya dengan pensil pada beberapa titik berbeda. Cara ini membantu Anda memilah posisi titik yang cocok dan posisi yang kurang pas di mata.

Bila plafon bertingkat, perhatikan garis tiap tingkat. Lampu yang digantung tepat di batas dua tingkat bisa tampak terbelah, sehingga posisi tingkat dan titik gantung perlu dibahas bersamaan, bukan bergantian.

Bila plafon sudah terpasang dan lampu belum dipesan, jangan terburu-buru. Foto plafon itu, catat apa yang ada di bawahnya, dan bawa catatan tersebut kepada pembuat lampu sebelum menetapkan model.

Baca juga: Kubah Masjid Tembaga – Cara Pengurus Menimbangnya

Bahan Plafon dan Pertanyaan untuk Kontraktor

Bahan plafon banyak variasinya, dan tiap kontraktor biasanya punya bahan pilihan. Kami tidak menilai bahan mana yang terbaik, karena itu di luar pekerjaan kami dan hasilnya bergantung pada bangunan serta cuaca setempat.

Yang bisa Anda lakukan adalah menyiapkan pertanyaan. Misalnya, bagaimana plafon itu dibersihkan, siapa yang memperbaiki bila ada bagian lepas, dan bagaimana sambungannya tampak dari saf.

Tanyakan ke kontraktor masjid mana yang pernah memakai bahan dan hasil kerjanya sama, kemudian kunjungi di waktu salat. Lihat plafonnya dari tempat jemaah berdiri, dan tanyakan kepada pengurus di sana bagaimana keadaannya sekarang.

Catat jawaban kontraktor dalam satu halaman bersama tanggalnya. Bila dua kontraktor jawabannya tidak sama untuk satu pertanyaan, mintalah penilaian dari ahli bangunan independen yang tidak punya kepentingan dalam penawaran.

FAQ Seputar Plafon Masjid

  1. Apa saja yang perlu diputuskan sebelum plafon masjid ditutup?
    Setidaknya bentuk plafon, titik gantung beserta penguatnya, jalur kabel, dan akses perawatan. Keempatnya susah diakses begitu plafon tertutup, jadi putuskan sebelum pemasangan mulai.
  2. Apakah desain plafon masjid perlu dipastikan dulu sebelum lampu dipesan?
    Sebaiknya berjalan bersamaan. Bentuk plafon dan titik gantung saling memengaruhi, jadi bawa gambar plafon sementara saat membicarakan lampu, meskipun bahan plafonnya belum final.
  3. Bahan plafon apa yang paling cocok untuk masjid?
    Tidak ada satu bahan plafon yang kami anjurkan untuk setiap masjid, karena bidang kami bukan di situ. Tanyakan kepada kontraktor atau arsitek, lalu ajukan pertanyaan perawatan seperti di atas.
  4. Apakah plafon masjid sederhana tetap perlu dirancang?
    Tetap perlu. Plafon rata pun punya keputusan soal titik lampu, jalur kabel, dan akses ke atas. Rancangannya boleh singkat, cukup satu halaman gambar dan catatan yang disepakati pengurus.
  5. Kapan waktu yang tepat membicarakan lampu dengan Wahid Art?
    Ajukan sejak gambar plafon masih berupa rencana, dengan membawa denah dan foto ruangan. Jadi posisi titik gantung masih bisa diubah di gambar, belum terlanjur terpasang di rangka.

Kesimpulan

Ada keputusan soal plafon masjid yang tidak terlihat dari saf, tapi ikut memengaruhi nasib lampu di bawahnya, yaitu bentuk plafon, titik gantung, jalur kabel, dan akses perawatan. Semuanya paling mudah diputuskan selagi plafon belum tertutup.

Mulailah dari dua langkah kecil: lihat plafon dari saf tengah, lalu naik ke ruang di atasnya bersama kontraktor. Dari catatan di kedua tempat tersebut, daftar pertanyaan untuk rapat pengurus akan terbentuk dengan sendirinya.

Gambar plafon masjid Anda sekarang dipegang siapa? Ajak dia melihat koleksi kami di Lampuhiasmasjid.com, termasuk Lampu Masjid Nabawi, kemudian bawa gambar tersebut untuk dibahas bersama tim Wahid Art.

Konsultasi Gratis Di Sini!

 

Scroll to Top